Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

10 Kiat menjadi sahabat yang baik

Bersikaplah terbuka. Keterbukaan tidak saja akan membuat sahabat Anda lebih mengenal Anda , tetapi Anda juga akan lebih mengenal diri sendiri.Ungkapkanlah perasaan2 , keinginan dan harapan-harapan Anda. Hanya dengan keterbukaan , Anda bisa bicara dari hati kehati, dan itu sangat penting bagi keintiman persahabatan.Ciptakanlah keseimbangan antara memberi dan menerima . Anda tidak cukup hanya berperan sebagai pemberi tanpa menerima atau hanya sebagai penerima tanpa memberi. Hal ini menyangkut aspek yang luas , termasuk berbagi kegembiraan dan kesedihan.
Terimalah sahabat Anda sebagaimana adanya. Jadilah sahabatnya tanpa menuntutnya berubah sesuai keinginan Anda. Mungkin dia terlalu cerewet , agak cuek, sangat sensitif atau matre. Dia memang tidak sempurna dan mungkin sering melakukan hal-hal yang Anda tidak sukai.Namun jangan lupa, Andapun tidak luput dari kelemahan dan kekurangan
Bila sahabat Anda mempunyai sifat atau kebiasaan yang umumnya tidak disukai orang lain dan bisa menghambat pergaulannya , ingatkanlah dia pada waktu yang tepat. Barangkali selama ini dia tidak menyadari atau belum pernah ada seorangpun yang mengkritiknya . Kalau diperlukan , berilah saran dan biarkan dia berubah sedikit demi sedikit. Supaya fair , boleh juga Anda memintanya mengkritik Anda.
Bermurahhatilah. Ulurkanlah tangan ketika ia memerlukan bantuan, hiburlah ketika dia sedang sedih , dengarkanlah ketika dia mencurahkan isi hatinya, temanilah ketika dia mengalami masa-masa sulit, doronglah semangatnya dll.
Berikanlah perhatian. Meskipun ia tampak tidak membutuhkannya , namun dia akan senang menerimanya. Jangan melupakan hari-hari istimewanya, bawakan oleh-oleh ketika Anda Pulang dari kota, pujilah potongan rambutnya yg bagus, tanyakan khabar keluarganya, dsb.
Bersikaplah penuh toleransi . Tidak ada masalah bila Anda berbeda dengan sahabat Anda, baik agama, suku, prinsip atau kebiasaan. Semua itu bisa memperkaya suatu persahabatan bila kedua belah pihak mau saling mengahargai. Dan semakin baik toleransi Anda, maka akan semakin matang kemampuan Anda bersosialisasi.
Hargailah sahabat Anda sebagai seorang pribadi yang punya harga diri. Meskipun hubungan sudah sangat akrab , dia masih bisa tersingung dengan sikap dan ucapan Anda. Hatinya bisa terluka bila dihina,, dikecam atau dipermalukan , meskipun dalam konteks bercanda.
Hormatilah privasi sahabat Anda . Bila dia menceritakan sesuatu rahasia , jangan membocorkannya karena itu berarti mengkhianati perasaannya. Ketika dia sedang ingin sendiri , jangan mengganggunya. Jangan tergoda untuk membuka buku hariannya, tas atau dompet miliknya tanpa ijin, dsb.
Bila terjadi konflik , selesaikanlah segera . Mulailah mengambil inisiatifuntuk menyelesaikannya. Jangan menunda-nunda apalagi bersikap seakan-akan tidak ada masalah. Meskipun konflik bisa mengganggu hubungan persahabatan , namun bila diselesaikan dengan baik bisa membuat hubungan menjadi lebih intim.
Orang yang mempunyai sahabat akan lebih sehat dan bahagia daripada mereka yang tidak punya seorangpun. Seorang sahabat lebih berharga dari emas atau permata. Kekayaan tidak bisa membelikan Anda seorang sahabat atau membayar kerugian akibat kehilangan seorang sahabat.

6 batu ujian cinta

Bagaimana kami tahu bahwa cinta kami cukup dalam untuk menghantar kami ke arah berdampingan seumur hidup, menuju kepada kesetiaan yang sempurna?
Bagaimana kami dapat yakin bahwa cinta kami ini cukup matang untuk diikat sumpah nikah serta janji untuk berdampingan seumur hidup sampai maut memisahkan?Pertama, Ujian untuk merasakan sesuatu bersama.
Cinta sejati ingin merasakan bersama, memberi, mengulurkan tangan. Cinta sejati memikirkan pihak yang lainnya, bukan memikirkan diri sendiri. Jika kalian membaca sesuatu, pernahkah kalian berpikir, aku ingin membagi ini bersama sahabatku?
Jika kalian merencanakan sesuatu, adakah kalian hanya berpikir tentang apa yang ingin kalian lakukan, ataukah apa yang akan menyenangkan pihak lain?
Sebagaimana Herman Oeser, seorang penulis Jerman pernah mengatakan, “Mereka yang ingin bahagia sendiri, janganlah kimpoi. Karena yang penting dalam perkimpoian ialah membuat pihak yang lain bahagia. mereka yang ingin dimengerti pihak yang lain, janganlah kimpoi. Karena yang penting di sini ialah mengerti pasangannya.”
Maka batu ujian yang pertama ialah:
“Apakah kita bisa sama-sama merasakan sesuatu? Apakah aku ingin menjadi bahagia atau membuat pihak yang lain bahagia?”

Kedua, Ujian kekuatan.
Saya pernah menerima surat dari seorang yang jatuh cinta, tapi sedang risau hatinya. Dia pernah membaca entah di mana, bahwa berat badan seseorang akan berkurang kalau orang itu betul-betul jatuh cinta.
Meskipun dia sendiri mencurahkan segala perasaan cintanya, dia tidak kehilangan berat badannya dan inilah yang merisaukan hatinya. Memang benar, bahwa pengalaman cinta itu juga bisa mempengaruhi keadaan jasmani.
Tapi dalam jangka panjang cinta sejati tidak akan menghilangkan kekuatan kalian; bahkan sebaliknya akan memberikan kekuatan dan tenaga baru pada kalian. Cinta akan memenuhi kalian dengan kegembiraan serta membuat kalian kreaktif, dan ingin menghasilkan lebih banyak lagi.
Batu ujian kedua :
“Apakah cinta kita memberi kekuatan baru dan memenuhi kita dengan tenaga kreaktif, ataukah cinta kita justru menghilangkan kekuatan dan tenaga kita?”


Ketiga, Ujian penghargaan.

Cinta sejati berarti juga menjunjung tinggi pihak yang lain. Seorang gadis mungkin mengagumi seorang jejaka, ketika ia melihatnya bermain bola dan mencetak banyak gol. Tapi jika ia bertanya pada diri sendiri, “apakah aku mengingini dia sebagai ayah dari anak-anakku?”, jawabnya sering sekali menjadi negatif.
Seorang pemuda mungkin mengagumi seorang gadis, yang dilihatnya sedang berdansa. Tapi sewaktu ia bertanya pada diri sendiri, “apakah aku mengingini dia sebagai ibu dari anak-anakku?”, gadis tadi mungkin akan berubah dalam pandangannya.
Pertanyaannya ialah: “Apakah kita benar-benar sudah punya penghargaan yang tinggi satu kepada yang lainnya? Apa aku bangga atas pasanganku?”

Keempat, Ujian kebiasaan.
Pada suatu hari seorang gadis Eropa yang sudah bertunangan datang pada saya. Dia sangat risau, “Aku sangat mencintai tunanganku,” katanya, “tapi aku tak tahan caranya dia makan apel.” Gelak tawa penuh pengertian memenuhi ruangan.
“Cinta menerima orang lain bersama dengan kebiasaannya. Jangan kimpoi berdasarkan paham cicilan, lalu mengira bahwa kebiasaan-kebiasaan itu akan berubah di kemudian hari. Kemungkinan besar itu takkan terjadi. Kalian harus menerima pasanganmu sebagaimana adanya beserta segala kebiasaan dan kekurangannya.
Pertanyaannya:
“Apakah kita hanya saling mencintai atau juga saling menyukai?”

Kelima, Ujian pertengkaran.

Bilamana sepasang muda mudi datang mengatakan ingin kimpoi, saya selalu menanyakan mereka, apakah mereka pernah sesekali benar-benar bertengkar – tidak hanya berupa perbedaan pendapat yang kecil, tetapi benar-benar bagaikan berperang.
Seringkali mereka menjawab, “Ah, belum pernah, pak, kami saling mencintai.” Saya katakan kepada mereka, “Bertengkarlah dahulu – barulah akan kukimpoikan kalian.” Persoalannya tentulah, bukan pertengkarannya, tapi kesanggupan untuk saling berdamai lagi.
Kemampuan ini mesti dilatih dan diuji sebelum kimpoi. Bukan seks, tapi batu ujian pertengkaranlah yang merupakan pengalaman yang “dibutuhkan” sebelum kimpoi.
Pertanyaannya:
“Bisakah kita saling memaafkan dan saling mengalah?”

Keenam, Ujian waktu.

Sepasang muda mudi datang kepada saya untuk dikimpoikan. “Sudah berapa lama kalian saling mencintai?” Tanya saya. “Sudah tiga, hampir empat minggu,” jawab mereka. Ini terlalu singkat. Menurut saya minimum satu tahun bolehlah. Dua tahun lebih baik lagi.
Ada baiknya untuk saling bertemu, bukan saja pada hari-hari libur atau hari minggu dengan berpakaian rapih, tapi juga pada saat bekerja di dalam hidup sehari-hari, waktu belum rapi, atau cukur, masih mengenakan kaos oblong, belum cuci muka, rambut masih awut-awutan, dalam suasana yang tegang atau berbahaya. Ada suatu peribahasa kuno, “Jangan kimpoi sebelum mengalami musim panas dan musim dingin bersama dengan pasanganmu.”
Sekiranya kalian ragu-ragu tentang perasaan cintamu, sang waktu akan memberi kepastian. Tanyakan:
“Apakah cinta kita telah melewati musim panas dan musim dingin? Sudah cukup lamakah kita saling mengenal?”

Seks bukan batu ujian bagi cinta. “Jika sepasang muda mudi ingin punya hubungan seksual untuk mengetahui apakah mereka saling mencintai, perlu ditanyakan pada mereka, “Demikian kecilnya cinta kalian?”

Jika kedua-duanya berpikir, “Nanti malam kita mesti melakukan seks – kalau tidak pasanganku akan mengira bahwa aku tidak mencintai dia atau bahwa dia tidak mencintai aku,” maka rasa takut akan kemungkinan gagal sudah cukup menghalau keberhasilan percobaan itu.
Seks bukan suatu batu ujian bagi cinta, sebab seks akan musnah saat diuji. Cobalah adakan observasi atas diri saudara sendiri pada waktu saudara pergi tidur. Saudara mengobservasi diri sendiri, kemudian tidak bisa tidur. Atau saudara tidur, kemudian tidak lagi bisa mengobservasi diri sendiri.
Sama benar halnya dengan seks sebagai suatu batu ujian untuk cinta. Saudara menguji, sesudah itu tidak lagi mau mencintai. Atau saudara mencintai, kemudian tidak menguji. Untuk kepentingan cinta itu sendiri, cinta perlu mengekang menyatakan dirinya secara jasmaniah sampai bisa dimasukkan ke dalam dinamika segitiga perkimpoian.
Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api.. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.
Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.
Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.
Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.
Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan,” saya akan menunggu tuan kembali.”
“Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!” teriak pegawai kereta setengah berkelakar.
Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,”guukh!”
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.
Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.
Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.
Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.
Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.
Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemu dian , dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.
Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.
Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.
Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.
Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemu dian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.
Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.
Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemu dian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.
Bookmark and Share

Kamis, 04 Agustus 2011

just googling on photobucket.com and found this ...

Photography Pictures, Images and Photos

Photography Pictures, Images and Photos

camera Pictures, Images and Photos
what a cool fish eye . I want this oneee !!!!

bokeh Pictures, Images and Photos

vintage Pictures, Images and Photos

Vintage Pictures, Images and Photos

kiss me Pictures, Images and Photos

xoxo
have a great monday , guys :)
cerita kali ini : 

Tips mencegah virus masuk

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Bukan saja di bidang kesehatan istilah ini dikenal, tapi dalam berkomputer pun istilah ini masih berlaku, betul gak dokter Ceka? :p
Waduh..kesian tar dokter Ceka nya keselek gara-gara namanya disebut-sebut :D
Kebanyakan virus jaman sekarang adalah membuat sebuah file autorun supaya begitu flashdisk dicolokkan di computer lain bisa langsung menyebarkan virusnya. Kalau gak salah, dalam dunia kesehatan virus itu belum ada obatnya, kita hanya disarankan untuk memperkuat antibody supaya tahan terhadap virus, supaya tubuh dengan cara alami bisa membentuk suatu zat imun, caranya bisa dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi juga multivitamin, eh?....bener gak ya pak dokter? :p
Loh??? kok malah ngelantur kesini?...kita lanjut aja deh tentang computernya yah? soalnya tentang kesehatan sudah ada yang ahlinya buat jelasin :)

Jadi patofisiologi nya gini....eh maksudnya, jalan kejadian virus masuk ke flashdisk itu kayak gini, pada saat kamu mau mengkopi sebuah file dari computer teman, kamu colokin FD ke port USb nya maka secara otomatis kalau computer teman kamu sudah ada virusnya dia akan dengan cepat membuat sebuah file autorun, gunanya autorun ini seperti namanya itu, auto = automatis, run = berlari...hihihihi....norak amat terjemahannya :D
Jadi, kalau kamu pulang dan colokin FD kamu ke computer, maka file autorun ini lah yang bekerja, dan akhirnya terjangkitlah computer kamu dengan wabah yang bikin jengkel ini.

Aku cuma mau bantu ngasih info dikit supaya flashdisk kamu yang akan dicolokin ke computer bervirus walaupun terjangkit oleh virus tapi gak akan autorun nyebar ke computer kamu.

Cobain tips ini ya? terserah mau pilih yang mana.
Matikan autoplay Windows
Cara 1
Cara mematikan autorun untuk sementara adalah tahan tombol "Shift" ketika memasukkan flash disk. Jadi autorun akan tidak bekerja untuk sementara waktu dan akan hidup lagi ketika kamu melepas tombol Shift

Cara 2
  1. Klik tombol Start >> Run kemudian ketik “regedit” atau tahan tombol windows di keyboard dan tekan R
  2. Masuk ke HKEY_CURRENT _USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer. atau juga bisa klik help pada registry editor lalu search dan ketik NoDriveTypeAutoRun kalo tidak salah di situ searchnya.
  3. Pada kolom sebelah kanan, klik kanan "NoDriveTypeAutoRun". Lalu klik “Modify“.
  4. Ganti isi kolom value data menjadi “ff” (tanpa petik) untuk menonaktifkan autorun pada drive. Kemudian Klik Ok.
  5. Kemudian, masuk ke HKEY_USERS\.DEFAULT\Software\Microsoft\ Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer. Lalu lakukan cara yang sama seperti sebelumnya.
  6. Tutup registry editor window, lalu restart komputer.
Cara 3
  1. Buka registry editor window (sama dengan cara di atas)
  2. Masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE_\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\CDRom.
  3. Lihat di kolom sebelah kanannya, klik dua kali pada "AutoRun" maka akan muncul jendela "Edit DWORD Value".
  4. Pada jendela "Edit DWORD Value", ganti value data menjadi "0" untuk menonaktifkan/mematikan autorun.
  5. Restart komputer.


Cara 4
  1. Buatlah sebuah folder di dalam Flash disk dan rename namanya jadi "autorun.inf"
  2. Lalu didalam folder autorun.inf itu kamu buat lagi sebuah folder dan sebuah file, rename nama keduanya menggunakan huruf CJK (chinese, japan, korea), hihihi...ada gak tuh di computermu? :p coba buka di menu Start >> All Program >> accesories >> system tools, lalu pilih font arial unicode. hayooo...ada gak? gak ada ya? ya udah deh, pakai ini aja ya? tinggal copas aja buat merename folder dan file tadi 遱道遾邂邅. Tar kalau sudah di rename dan hurufnya berganti jadi kotak-kotak biarin aja, gak apa-apa.
  3. Selanjutnya kita rubah attributnya menjadi hidden, read only dan system (+h +r +s) kepada folder autorun.inf yg kamu buat tadi. Klik start >> run >> Ketik cmd dan Enter/OK, pindah ke drive letter flashdisk kamu dengan mengetikkan huruf drive flashdisk kamu di tampilan command prompt tadi, Cth. kalau Flashdisk kamu ada di drive "N" ketikkan saja "N:" (tanpa tanda petik).
  4. Nah kalau sudah, tinggal ketik aja sesuai dengan gambar dibawah ya? :)



Cara ke-4 ini gunanya mencegah virus untuk membuat file autorun.inf-nya. Alasannya jadi gini:
  1. Windows tidak mengijinkan pembuatan nama file+extensi yg sama dgn folder.
  2. Didalam folder autorun.inf terdapat lagi folder dan file sehingga akan mempersulit virus.
  3. Penggunaan huruf CJK dapat mempersulit virus menghapus file atau folder karena virus yg ditulis dgn vbscricpt tidak mendukung character CJK

Yang perlu di ingat! cara ini hanya membatasi autorun virus berada di dalam flashdisk, tapi "benih-benih" virus lain biasanya tetap ada di dalam Flashdisk kita hanya saja tidak bekerja secara otomatis. so? berhati-hati dalam membuka sebuah folder/file ya? jangan terpancing dengan kata-kata yang "menggoda" :p


Jadi??? Pilih mana?....mau sehat dengan pencegahan atau sakit lalu minum obat biar sembuh? :p
Semoga bermanfaat ya? :)